Jakarta - Menonton tinju tak kalah serunya dibandingkan sepakbola ataupun bulutangkis. Seruan yang dilontarkan suporter Chris John (baca: Indonesia) pun sama uniknya.
Yel-yel teriakan suporter dengan mengenakan kostum warna-warni adalah suasana dan pemandangan yang lazim terjadi dalam pertandingan sepakbola di Indonesia, atau di manapun. Teriakan yel bisa lebih beragam dan kompak manakala timnas Indonesia bertanding, misalnya.
Jakarta - Menonton tinju tak kalah serunya dibandingkan sepakbola ataupun bulutangkis. Seruan yang dilontarkan suporter Chris John (baca: Indonesia) pun sama uniknya.
Yel-yel teriakan suporter dengan mengenakan kostum warna-warni adalah suasana dan pemandangan yang lazim terjadi dalam pertandingan sepakbola di Indonesia, atau di manapun. Teriakan yel bisa lebih beragam dan kompak manakala timnas Indonesia bertanding, misalnya.
Demikian pula dalam sebuah pertandingan bulutangkis. Suporter Indonesia bisa dibilang juara. Mereka mampu menyemarakkan atmosfer sampai membuat pebulutangkis asing pun kagum. Setidaknya demikianlah temuan detikSport dari beberapa ajang semisal Thomas & Uber Cup atau Indonesia Terbuka.
Bagaimana dengan tinju? Sama saja. Apalagi jika yang bertanding adalah seorang Chris John, yang notabene adalah jagoannya 'Merah-Putih' untuk urusan baku hantam di atas ring.
Tapi, karena tinju adalah olahraga yang mempertontonkan adu fisik, maka seruan yang dikeluarkan para suporter lebih "sangar". Jadi, jangan kaget apabila Anda menonton, tiba-tiba orang di sebelah Anda berteriak, "Ratakan saja hidungnya!"
Dalam pertandingan Chris John vs Fernando Saucedo, seruan yang terakhir ditulis di atas beberapa kali diteriakkan seorang suporter di tribun. Namun, tak semua dukungan berbau kasar seperti itu. Ada pula yang membangkitkan semangat seperti, "Ayo, Chris! Untuk Indonesia!"
Yang unik ada pendukung yang juga membawa-bawa nama Mbah Maridjan. Bukan rahasia apabila The Dragon mengenal almarhum kuncen Gunung Merapi itu ketika mereka sama-sama membintangi sebuah produk minuman berenergi.
Yel-yel teriakan suporter dengan mengenakan kostum warna-warni adalah suasana dan pemandangan yang lazim terjadi dalam pertandingan sepakbola di Indonesia, atau di manapun. Teriakan yel bisa lebih beragam dan kompak manakala timnas Indonesia bertanding, misalnya.
Demikian pula dalam sebuah pertandingan bulutangkis. Suporter Indonesia bisa dibilang juara. Mereka mampu menyemarakkan atmosfer sampai membuat pebulutangkis asing pun kagum. Setidaknya demikianlah temuan detikSport dari beberapa ajang semisal Thomas & Uber Cup atau Indonesia Terbuka.
Bagaimana dengan tinju? Sama saja. Apalagi jika yang bertanding adalah seorang Chris John, yang notabene adalah jagoannya 'Merah-Putih' untuk urusan baku hantam di atas ring.
Tapi, karena tinju adalah olahraga yang mempertontonkan adu fisik, maka seruan yang dikeluarkan para suporter lebih "sangar". Jadi, jangan kaget apabila Anda menonton, tiba-tiba orang di sebelah Anda berteriak, "Ratakan saja hidungnya!"
Dalam pertandingan Chris John vs Fernando Saucedo, seruan yang terakhir ditulis di atas beberapa kali diteriakkan seorang suporter di tribun. Namun, tak semua dukungan berbau kasar seperti itu. Ada pula yang membangkitkan semangat seperti, "Ayo, Chris! Untuk Indonesia!"
Yang unik ada pendukung yang juga membawa-bawa nama Mbah Maridjan. Bukan rahasia apabila The Dragon mengenal almarhum kuncen Gunung Merapi itu ketika mereka sama-sama membintangi sebuah produk minuman berenergi.
0 komentar:
Posting Komentar